VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam ini mengumumkan secara resmi susunan kabinet 2009-2014. Berikut nama para menteri.
1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri:Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh
11. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Fredy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta,
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar,
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan,
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Prof. Armida Alisjahbana
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng
21 Oktober, 2009
19 Agustus, 2009
DIKLAT BINTEK MGMP PAI SE BALI
Balai Diklat Departemen Agama Propinsi Bali yang berlokasi di kawasan Mengwi kabupaten Badung, pada 18 sampai 20 Agustus 2009 menjadi tempat bagi 26 orang pengurus MGMP PAI tingkat SMP,SMA dan SMK se-Bali dalam mengikuti Diklat Bintek.
Kegiatan yang diprakarsai oleh MGMP PAI Bali ini di buka secara resmi oleh H. Moh.Saleh, MPd.I selaku Kabid Kependais dan Pemberdayaan Masjid Depag Bali. Dalam sambutannya beliau mengharapkan agar materi yang diperoleh mampu diaplikasikan bagi kemajuan dan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dan ditularkan pada rekan sejawat di daerahnya masing-masing.
Sementara itu........ sory udah ngantuk, nanti dilanjut ya bro....
Kegiatan yang diprakarsai oleh MGMP PAI Bali ini di buka secara resmi oleh H. Moh.Saleh, MPd.I selaku Kabid Kependais dan Pemberdayaan Masjid Depag Bali. Dalam sambutannya beliau mengharapkan agar materi yang diperoleh mampu diaplikasikan bagi kemajuan dan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dan ditularkan pada rekan sejawat di daerahnya masing-masing.
Sementara itu........ sory udah ngantuk, nanti dilanjut ya bro....
19 Juni, 2009
51 Orang Siswa SMP di Denpasar Tidak Lulus
DENPASAR-Berselang satu minggu dari pengumuman kelulusan peserta UN SMA/sederajat, Sabtu (21/6) hari ini giliran siswa SMP/MTs yang mendapat kepastian lulus tidaknya mereka dalam ujian nasional (UN). Sebelum pengumuman, siang kemarin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani "membocorkan" hasil UN kepada wartawan. Diungkapkan, dari 49.291 peserta UN SMP/MTs se-Bali, siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 48.844 dan 447 peserta diantaranya tidak lulus
Meski angka ketidaklulusan cukup tinggi, namun bila dibandingkan dengan pelaksanaan UN tahun lalu, menurut Kadisdik, masih ada peningkatan peserta lulus sebanyak 0,45 persen.
Jika ditilik dari distribusi kelulusan, kabupaten Karangasem tercatat paling banyak siswanya yang tidak lulus. Di bumi lahar itu, dari 4.937 peserta, 225 siswa diantaranya tidak lulus. Disusul kabupaten Buleleng yang 70 siswanya tidak lulus.
Kota Denpasar juga "menyumbang" siswa terbanyak tak lulus. Tercatat ada 51 siswa tak lulus di Denpasar, diantaranya di SMP Kristen 1 Harapan, SMPK Santo Yoseph, SMP PGRI 5, dan SMP PGRI 2.
Menariknya, rentang nilai tertinggi dan terendah untuk mata pelajaran yang diuji juga tergolong memprihatinkan. Bagaimana tidak, untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA, nilai tertingginya mencapai (10,00) atau sempurna. Bahasa Indonesia nilai tertingginya 9,40. Namun nilai terendahnya untuk Matematika 0,50, Bahasa Inggris 1,80 dan IPA 2,00, dan Bahasa Indonesia 1,80. Yang sedikit melegakan, tidak ada satu sekolah yang siswanya tidak lulus 100 persen sebagaimana tahun lalu.
Menurut Kadisdik, ada banyak siswa yang mengantongi nilai kembar. Dominasinya yakni SMPN 1 Denpasar, SMPN 3 Denpasar, SMPN 1 Tabanan, SMPN 1 Sukawati. Istimewanya, nilai UN tertinggi se-Bali (38,80) hanya dikantongi satu siswa atas nama I Gusti Agung Brihaspaty Bhuana dari SMPN 1 Denpasar.
"Ujian nasional bukan satu-satunya yang menjadi penentu kelulusan siswa," tandas TIA Kusuma Wardhani didampingi Kasubdin Dikmenum Dikmenjur, IGN Widhiarta saat mengumumkan hasil kelulusan.
Lebih lanjut dipaparkan, siswa yang tidak lulus UN tahun ini bisa mengikuti ujian kejar paket B tanggal 1-3 Juli mendatang. Sama seperti siswa SMA yang tak lulus UN, syarat mengikuti ujian kejar paket B dengan memenuhi persyaratan diantaranya mendaftar pada SKB yang ada di masing-masing kabupate/kota, dan mengantongi kartu peserta UN.
Sementara itu hari ini juga diumumkan hasil UN SMP/Madrasah Tsanawiyah, SMALB dan SMPLB. Seperti diungkapkan Kadisdik, tercatat 8 peserta UN SMALB yang lulus semuanya. Kedelapan siswa tersebut, 7 siswa di SLB B PTN Jimbaran, dan 1 siswa di SLB Kemala Bhayangkari Tabanan. Sedangkan untuk jenjang SMPLB, 29 peserta juga dinyatakan lulus semua.(yen)
SUmber : http://www.jawapos.co.id
Meski angka ketidaklulusan cukup tinggi, namun bila dibandingkan dengan pelaksanaan UN tahun lalu, menurut Kadisdik, masih ada peningkatan peserta lulus sebanyak 0,45 persen.
Jika ditilik dari distribusi kelulusan, kabupaten Karangasem tercatat paling banyak siswanya yang tidak lulus. Di bumi lahar itu, dari 4.937 peserta, 225 siswa diantaranya tidak lulus. Disusul kabupaten Buleleng yang 70 siswanya tidak lulus.
Kota Denpasar juga "menyumbang" siswa terbanyak tak lulus. Tercatat ada 51 siswa tak lulus di Denpasar, diantaranya di SMP Kristen 1 Harapan, SMPK Santo Yoseph, SMP PGRI 5, dan SMP PGRI 2.
Menariknya, rentang nilai tertinggi dan terendah untuk mata pelajaran yang diuji juga tergolong memprihatinkan. Bagaimana tidak, untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA, nilai tertingginya mencapai (10,00) atau sempurna. Bahasa Indonesia nilai tertingginya 9,40. Namun nilai terendahnya untuk Matematika 0,50, Bahasa Inggris 1,80 dan IPA 2,00, dan Bahasa Indonesia 1,80. Yang sedikit melegakan, tidak ada satu sekolah yang siswanya tidak lulus 100 persen sebagaimana tahun lalu.
Menurut Kadisdik, ada banyak siswa yang mengantongi nilai kembar. Dominasinya yakni SMPN 1 Denpasar, SMPN 3 Denpasar, SMPN 1 Tabanan, SMPN 1 Sukawati. Istimewanya, nilai UN tertinggi se-Bali (38,80) hanya dikantongi satu siswa atas nama I Gusti Agung Brihaspaty Bhuana dari SMPN 1 Denpasar.
"Ujian nasional bukan satu-satunya yang menjadi penentu kelulusan siswa," tandas TIA Kusuma Wardhani didampingi Kasubdin Dikmenum Dikmenjur, IGN Widhiarta saat mengumumkan hasil kelulusan.
Lebih lanjut dipaparkan, siswa yang tidak lulus UN tahun ini bisa mengikuti ujian kejar paket B tanggal 1-3 Juli mendatang. Sama seperti siswa SMA yang tak lulus UN, syarat mengikuti ujian kejar paket B dengan memenuhi persyaratan diantaranya mendaftar pada SKB yang ada di masing-masing kabupate/kota, dan mengantongi kartu peserta UN.
Sementara itu hari ini juga diumumkan hasil UN SMP/Madrasah Tsanawiyah, SMALB dan SMPLB. Seperti diungkapkan Kadisdik, tercatat 8 peserta UN SMALB yang lulus semuanya. Kedelapan siswa tersebut, 7 siswa di SLB B PTN Jimbaran, dan 1 siswa di SLB Kemala Bhayangkari Tabanan. Sedangkan untuk jenjang SMPLB, 29 peserta juga dinyatakan lulus semua.(yen)
SUmber : http://www.jawapos.co.id
Pengumuman Kelulusan Siswa SMP Kota Denpasar
Pengumuman Kelulusan Siswa SMP Kota Denpasar Tahun Pelajaran 2008/2009 rencananya akan disampaikan pada Sabtu, 21 Juni 2009 di sekolah masing-masing. Sementara itu masing-masing sekolah penyelenggara UN akan menerima daftar peserta pada Jumat sore. Kenyataannya tidaka demikian.
Di beberapa sekolah yang dipantau redaksi menunjukkan tidak ada aktivitas yang istimewa pada beberapa SMP di bilangan momang-maning, sementara itu salah seorang guru yang dimintai kete4rangan tetntang hal ini mengatakan,"Besok pagi bapak kepala yang akan mengambbil ke Dinas." selorohnya.
Apakah pengumuman hasil kelulusan siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya akan sama seperti kejadian pengumuman di SMA/MA ? Kita lihat saja
Di beberapa sekolah yang dipantau redaksi menunjukkan tidak ada aktivitas yang istimewa pada beberapa SMP di bilangan momang-maning, sementara itu salah seorang guru yang dimintai kete4rangan tetntang hal ini mengatakan,"Besok pagi bapak kepala yang akan mengambbil ke Dinas." selorohnya.
Apakah pengumuman hasil kelulusan siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya akan sama seperti kejadian pengumuman di SMA/MA ? Kita lihat saja
29 Mei, 2009
PRESIDEN SBY SILATURRAHIM DENGAN WARGA PERSATUAN TARBIYAH ISLAMIYAH
Senin, 25 Mei 2009, 17:07:34 WIB
Cikeas: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, hari Senin (25/4) sore, bersilaturrahim dengan Jami'ah dan Ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah di pendopo kediaman Puri Cikeas Indah, Bogor Jawa Barat. Silaturrahim ini adalah rangkaian Milad ke-81 dan Rakernas Persatuan Tarbiyah Islamiyah se-Indonesia yang telah berlangsung sejak tanggal 22 sampai 24 Mei 2009. Dalam Rakernas telah disepakati bahwa segenap warga Tarbiyah seluruh Indonesia siap untuk memenangkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI, yaitu SBY dan Boediono.
Acara dimulai dengan laporan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Basri Bermanda, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Jami’ah Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Basri Bermanda, mengungkapkan bahwa saat ini diperlukan pemimpin yang santun serta berwawasan luas. "Diperlukan semangat agar kita semua dapat memberikan masukan kepada semua rakyat indonesia bahwa kita ingin melihatkan dan menampilkan seorang presiden yang santun, memiliki wawasan kedepan untuk Indonesia lebih bermartabat," jelasnya.
Menanggapi pernyataan Basri Bermanda, Presiden SBY setuju bahwa politik itu harus dijalankan dengan etika dan tata krama. "Politik tidak berarti boleh menghalalkan segala cara. Politik tidak berarti harus main kasar, harus dengan cara-cara yang tidak berakhlak. Masih banyak cara untuk mencapai tujuan politik yang dilaksanakan secara berbudaya, beradab dan bertika. InsyaAllah, kami akan terus belajar dan menjalankan politik seperti itu, politik yang berbudaya dan politik yang beretika," kata SBY. Usai acara, Presiden SBY dan Ibu Ani beramah-tamah dengan seluruh tamu undangan, foto bersama dan menikmati santap malam bersama di pendopo kediaman pribadi SBY.(mit)
Cikeas: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, hari Senin (25/4) sore, bersilaturrahim dengan Jami'ah dan Ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah di pendopo kediaman Puri Cikeas Indah, Bogor Jawa Barat. Silaturrahim ini adalah rangkaian Milad ke-81 dan Rakernas Persatuan Tarbiyah Islamiyah se-Indonesia yang telah berlangsung sejak tanggal 22 sampai 24 Mei 2009. Dalam Rakernas telah disepakati bahwa segenap warga Tarbiyah seluruh Indonesia siap untuk memenangkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI, yaitu SBY dan Boediono.
Acara dimulai dengan laporan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Basri Bermanda, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Jami’ah Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Basri Bermanda, mengungkapkan bahwa saat ini diperlukan pemimpin yang santun serta berwawasan luas. "Diperlukan semangat agar kita semua dapat memberikan masukan kepada semua rakyat indonesia bahwa kita ingin melihatkan dan menampilkan seorang presiden yang santun, memiliki wawasan kedepan untuk Indonesia lebih bermartabat," jelasnya.
Menanggapi pernyataan Basri Bermanda, Presiden SBY setuju bahwa politik itu harus dijalankan dengan etika dan tata krama. "Politik tidak berarti boleh menghalalkan segala cara. Politik tidak berarti harus main kasar, harus dengan cara-cara yang tidak berakhlak. Masih banyak cara untuk mencapai tujuan politik yang dilaksanakan secara berbudaya, beradab dan bertika. InsyaAllah, kami akan terus belajar dan menjalankan politik seperti itu, politik yang berbudaya dan politik yang beretika," kata SBY. Usai acara, Presiden SBY dan Ibu Ani beramah-tamah dengan seluruh tamu undangan, foto bersama dan menikmati santap malam bersama di pendopo kediaman pribadi SBY.(mit)
PERSATUAN TARBIYAH ISLAMIYAH MILAD KE 81
Bertempat di komplek Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi DKI Jakarta, pada Sabtu 23 Mei 2009, tidak kurang 1.500 peserta Rakernas Lembaga Pendidikan yang dirangkaikan dengan Milad ke-81 Persatuan Tarbiyah Islamiyah memenuhi ruang pertemuan yang dibuka oleh Menteri Sekretaris Negara,Ir.H.Moh.Hattarajasa. Peserta yang hadir merupakan para ulama, cendikiawan muslim,para kepala pondok pesantren, madrasah, dan sekolah yang ada di bawah naungan ormas dimaksud dari 30 provinsi yang ada di Indonesia.
Persatuan Tarbiyah Islamiyah yang diketuai oleh Buya KH.Basri Barmanda merupakan organisasi sosial yang bergerak dibidang pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan yang lahir 81 tahun silam di Sumatera Barat.
Dalam rangkaian miladnya juga diselenggarakan rakernas pendidikan yang pertama. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa hal ini harus dilaksanakan, ya, karena ormas ini adalah bergerak di bidang pendidikan tentu nuansa pendidikan adalah nafas juangnya. Selain itu Persatuan Tarbiyah sejak 81 tahun silam telah terinspirasi pada basis juangnya yang mengedepankan pendidikan yang diprakarsai oleh para ulama dan para kyai pemimpin pondok pesantren, serta keinginan yang kuat untuk melepaskan diri dari kungkungan kekuatan partai politik. Bertolak dari pemikiran tersebut,Tarbiyah pada era ini diharapkan tidak menjadi pendukung salah satu partai, apalagi membuat partai sendiri,dan kini kembali ke khitahnya, sebagai ormas pendidikan, dakwah dan sosial ekonomi.
Mukernas yang dijadualkan berlangsung dari 22-25 Mei 2009, agenda yang sempat di-intip oleh redaksi antara lain di isi dengan ceramah dan pengarahan mentri sekretaris negara, menko kesra, menteri sosial, menteri agama, menteri dalam negeri,mendiknas, Kepala BPN, Drs.H.Firdaus, MPd.(Dirjen Pendais) dan KH.Drs.Kurdi Mustofa (staf khusus Presiden SBY)
Acara diakhiri dengan kunjungan/silaturrahim ke kediaman Presiden RI DR.H.Susilo Bambang Yudoyono di Puri Cikeas Bogor pada 25 Mei 2009.
Pada kesempatan ini redaksi berkesempatan menjadi salah seorang dari lima peserta utusan provinsi Bali ; Drs. H. Muhsan Effendi (ketua umum Tarbiyah Daerah Bali), Wayan Moh.Natsir, SPd.I (sekretaris yang juga sebagai GPAI pada SD Universal School, SMP Santo Yoseph Denpasar, dan LP3I Bali), Drs.H.Sujono (pengurus Tarbiyah dan kepala MTs Al-Hidayah Candikuning Tabanan), H.Yasril Kelana (unsur ulama) dan Rahmat (pemuda Tarbiyah, semoga gerak juang dan cita-cita Tarbiyah sebagai lembaga pendidikan dapat terlaksana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ke depan. Amin
03 April, 2009
Kontingen Denpasar Juara Umum

Semarapura, 30 Maret 2009 ; Yel-yel kegembiraan mengiringi kemenangan kontingen kota Denpasar dalam Jambore Pendais I, tingkat SMP se-provinsi Bali di kabupaten serombotan Semarapura Klungkung Bali yang diselenggarakan oleh Kependais kanwil Departemen Agama prov. Bali sejak 28 sampai 30 Maret 2009 lalu. Dari tujuh katagori kegiatan yang dilombakan (tartil Qur'an, pidato, karaoke islami, kaligrafi, olimpiade PAI, cerdas cermat dan tadabur alam) Denpasar menyabet 6 piala yang terdiri atas : tartil Qur'an, pidato, dan tadabur alam masing-masing juara satu. Sementara untuk katagori cerdas cermat dan karaoke lagu islami masing-masing sebagai juara kedua. Piala ke-enam disumbangkan dari lomba olimpiade PAI sebagai juara ke-tiga. Kasi Kependais dan Pemberdayaan masjid kota Denpasar, Drs.H. Sunarto, MPd.I menyambut gembira atas prestasi yang diraihnya ini. Dengan demikian kota Denpasar berhasil mengawinkan dua juara umum sekaligus, antara SMP dan SMA yang juga digelar pada pertengan Maret di Karangasem.
Kontingen kota Denpasar didampingi oleh empat pembina antara lain : Drs. Supardi, Wayan M. Natsir, SPd.I, Wayan Syahdan, Spd.I dan Nur Sa'adah,Spd.I.
Langganan:
Postingan (Atom)